BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS »

Senin, 16 April 2012

MARINE FUEL OIL

Ada yang udah tau apa itu MFO?? Ni dia nih tentang MFO
sekedar untuk pengetahuan aja, semoga bermanfaat.. :D

Bahan Bakar Marine Fuel Oil

Pada dasarnya pembakaran merupakan reaksi cepat suatu senyawa dengan oksigen. Selain itu, pembakaran juga merupakan hasil sejumlah besar reaksi yang rumit. Pada proses pembakaran akan disertai dengan pembebasan kalor (panas) dan cahaya. Reaksi yang mungkin terjadi adalah reaksi pirolisis yaitu pemecahan termal molekul besar menjadi molekul kecil tanpa kehadiran oksigen jika bereaksi dengan oksigen maka reaksi ini akan menghasilkan nyala (Fessenden dan Fessenden, 1997).
Bahan bakar merupakan material dengan suatu jenis energi yang bisa di ubah menjadi energi berguna lainnya.
Jenis-senis bahan bakar :
•Bahan bakar padat, meliputi batu bara dan kayu.
•Bahan bakar cair, meliputi bahan bakar minyak seperti bensin, kerosin, dan solar
•Bahan bakar gas, meliputi gas hidrogen dan gas helium
•Bahan bakar nuklir
Proses pembakaran yang ada selama ini, terbagi atas dua jenis pembakaran, yaitu :
•Pembakaran sempurna, yaitu pembakaran yang terjadi dengan adanya proses pengubahan suatu senyawa menjadi C02 dan H20
•Pembakaran tidak sempurna, yaitu pembakaran yang terjadi yang disebabkan persediaan O2 tidak cukup untuk pembakaran sempurna menghasilkan karbon monoksida atau kadang-kadang dalam bentuk arang atau jelaga.

Marine Fuel Oil
Marine Fuel Oil adalah bahan bakar minyak, yang digunakan untuk pembakaran langsung di dapur-dapur industri dan pemakaian lainnya seperti untuk Marine Fuel Oil. MFO merupakan bahan bakar minyak yang bukan termasuk jenis distilate, tetapi termasuk jenis residue yang lebih kental pada suhu kamar serta berwarna hitam pekat.
Mutu MFO yang baik harus memenuhi batasan sifat – sifat yang tercantum pada spesifikasi dalam segala cuaca. Karena secara umum bahan bakar MFO hanya dapat dipompa dan diatomisasikan setelah melalui pemanasan terlebih dahulu.
Beberapa batasan sifat–sifat bahan bakar MFO, baik sifat fisika maupun sifat kimia yang harus dipenuhi di dalam penggunaannya adalah :
•Sifat kestabilan
•Sifat kekentalan
•Sifat korosifitas
•Sifat kebersihan
•Sifat keselamatan


Kegunaan Marine Fuel Oil :
Pabrik / industri Boiler (ketel uap), Heating (pemanas), Drying (pengering), Furnace (dapur/tungku industri).
Industri Pertanian Pemanas (untuk pemnas ruangan, pada negara musim dingin), Pemanas Tembakau ( Tobacco heating)
Industri Konstruksi Mesin – mesin konstruksi , Pemanas Pabrik Aspal (asphalt plant heating)
Transportasi Laut Mesin Generator Listrik
Perikanan Laut Bahan bakar kapal
Industri Lain Pemanas Gedung (Negara beriklim dingin), Bulldozer (Road transportation)

Proses Pembuatan MFO di PT Pertamina (Persero) UP IV Cilacap
Minyak bumi atau minyak mentah (crude oil) merupakan bahan galian dari perut bumi yang yang masih memerlukan proses lebih lanjut karena minyak bumi tersebut belum dapat digunakan secara langsung. Untuk itu dilakukan pengolahan agar didapat produk-produk yang sesuai dengan persyaratan yang ditentukan untuk masing-masing produk.
Minyak bakar adalah suatu produk dari hasil pengolahan minyak bumi dimana untuk mendapat minyak bakar dapat dilakukan dengan cara :
a. Distilasi Atmosferik
b. Distilasi Hampa
c. Proses Perengkahan
– Thermal Cracking
– Catalytic Cracking
d. Proses Pencampuran

Distilasi Atmosfer
Distilasi atmosfer adalah proses pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi berdasarkan perbedahan titik didihnya pada tekanan atmosfer dan temperatur maksimum 350C. Proses distilasi mencakup dua kegiatan yaitu penguapan dan pengembunan. Pada penguapan memerlukan panas untuk menaikkan temperatur. Sebaliknya pada pengembunan dilakukan dengan mengambil atau melepas panas penguapan.
Minyak mentah atau crude oil sebelum diolah harus dilakukan analisa terlebih dahulu untuk mengetahui jenis karakteristiknya dan adanya unsur-unsur yang tidak diinginkan (impurities) yang terkandung didalamnya. Hal ini perlu dilakukan untuk menentukan kondisi operasi yang sesuai dengan jenis minyak bumi yang akan diolah dan proses penghilangan senyawa-senyawa impurities.
Produk yang dihasilkan dari proses ini adalah :

•Gas
•Nafta
•Kerosin
•Gas oil (solar)
•Residu (long residue)


Distilasi Hampa
Pada dasarnya distilasi hampa hampir sama dengan distilasi atmosfer, yang membedakannya yaitu pada distilasi hampa tekanan didalam kolom fraksinasi diturunkan sampai dibawah satu atmosfer (10 – 40 mmHg). Proses distilasi hampa dilakukan untuk memproses lebih lanjut residu (long residue) yang merupakan sisa dari proses distilasi atmosfer, karena dengan distilasi atmosfer tidak mampu lagi memisahkan fraksi-fraksi yang masih terdapat di dalam residu. Hal ini dikarenakan, jika suhu pada distilasi atmosfer dinaikkan lebih dari suhu maksimumnya maka akan terjadi perengkahan (cracking) yang akan merusak mutu produk. Dengan menurunkan tekanan pada kolom fraksinasi maka titik didih residu akan turun dan residu dapat dipisahkan menurut fraksi-fraksi yang masih ada tanpa terjadi perengkahan (cracking).
Hasil dari proses distilasi hampa antara lain:
•Vakum gas oil
•Short residu

Proses Perengkahan
Secara sederhana proses perengkahan merupakan proses pemisahan hidrokarbon dengan bobot molekul yang besar menjadi komponen dengan bobot molekul yang lebih kecil. Proses perekahan dibedakan menjadi tiga, yaitu:
1.Themal cracking
2.Catalytic cracking
3.Hidro cracking
Thermal Cracking
Thermal cracking adalah proses perekahan yang dilakukan dengan temperatur dan tekanan tinggi. Proses ini adalah yang paling konvensional diantara ketiga proses cracking tersebut diatas karena hasil perengkahannya tidak terarah sehingga sekarang jarang digunakan.
Bahan baku untuk proses ini adalah long residue dan hasil dari proses ini salah satunya adalah solar. Solar yang dihasilkan kurang baik mutunya terutama sifat kestabilannya karena banyak mengandung senyawa olefin.
Catalytic Cracking
Catalytic cracking merupakan proses perengkahan secara kimiawi dengan suhu tinggi dan tekanan sedang dengan bantuan katalisator didalam reaktor, kemudian masuk kolom fraksinasi untuk dipisahkan menurut perbedaan fraksi-fraksinya.
Proses Pencampuran (Blending)
Minyak bakar MFO dibuat dengan cara mencampur antara residu dengan produk kilang lainnya (misalnya: kerosene, solar, HVGO, atau produk lainnya). Pencampuran dua produk atau lebih disebut blending. Pada produksi proses blending dilakukan dengan cara proses pencampuran dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:
•system batch, dimana komponen solar yang akan di campur dimasukan dalam suatu tempat (tangki) dengan perbandingan tertentu kemudian di aduk hingga merata.
•system in line blend, sistem dimana komponen solar yang akan dicampur dialirkan melalui pipa khusus secara bersamaan dengan perbandingan tertentu, sehingga diharapkan sesampainya di tempat penampung (tangki) campuran tersebut sudah merata (homogen).
MFO merupakan salah satu produk dari proses ini. Pada PT Pertamina (Persero) UP IV Cilacap salah satu unitnya adalah

Sifat – sifat Marine Fuel Oil
Penggunaan bahan bakar MFO harus aman, tidak membahayakan manusia, tidak merusak mesin, harus efisien dalam penggunaanya serta tidak menimbulkan pencemaran bagi lingkungan. Untuk memberi jaminan mutu bagi pelanggan dalam hal keselamatan dan kenyamaan, bahan bakar MFO secara cepat dapat dilihat dari sifat/spesifikasi. Beberapa batasan sifat–sifat bahan bakar MFO, baik sifat fisika maupun sifat kimia yang harus dipenuhi di dalam penggunaannya adalah :

•Sifat kestabilan
•Sifat kekentalan
•Sifat korosifitas
•Sifat kebersihan
•Sifat keselamatan

Sifat Kestabilan
Minyak bakar dibuat dengan cara blending dari bermacam-macam komponen dalam proporsi tertentu, campurannya harus betul-betul homogen. Dengan homogennya campuran akan menghasilkan nilai kalori yang maksimal dan stabil. Bila campuran tidak homogen, karena terjadi penggumpalan, maka kestabilan pembakaran akan terganggu sehingga efisiensinya menurun. Hal ini disebabkan karena adanya hidrokarbon tidak jenuh yang bila teroksidasi menghasilkan endapan dan akan mengganggu stabilitas pembakaran. Pengujian sifat kestabilan dilakukan dengan pengujian desnsity at 15oC berdasarkan ASTMD 1298.
Sifat Kekentalan
Kekentalan fuel oil merupakan indikasi mudah tidaknya fuel tersebut dipompakan. Kekentalan erat hubungannya dengan kemudahan saat penyaluran dengan pipa maupun saat dipakai pada burner. Pengujian sifat kekentalan dilakukan dengan pengujian viscosity kinematic at 50oC berdasarkan ASTM D 445 dan pengujian pour point berdasarkan ASTM D 97.
Sifat Korosifitas
Sifat korosifitas erat hubungannya pada saat pembakaran, karena kandungan sulfur yang ada diubah menjadi oksidanya, dan dengan adanya air akan mengembun menjadi asam. Dan asam yang terbentuk tersebut akan dapat menyebabkan korosif pada mesin pembakaran.
Pengaruh kandungan sulfur dalam bahan bakar menyebabkan pencemaran udara (gas sulfur dioksida adalah gas yang berbau rangsang) dan korosif yang mengakibatkan kerusakan peralatan pada dapur pembakaran (furnace). Pengujian sifat korosifitas dilakukan dengan pengujian sulphur content berdasar ASTM D1552.
Sifat Kebersihan
Sering kali pada saat proses pengolahan suatu bahan bakar dapat terjadi kontaminasi dari suatu zat lain. Kontaminasi fuel oil dengan zat lain tersebut yang terjadi akan mempengaruhi mutu dari fuel oil. Kontaminasi tersebut dapat berasal dari kadar karbon dan juga air.
Pengaruh dari tingginya kadar kontaminasi arang/karbon dan sediment mengakibatkan terbentuknya kerak arang pada nozzle burner, menyebabkan penyumbatan atau kurang lancarnya proses pembakaran. Dan kontaminasi air dapat menyebabkan pembakaran hidrokarbon akan berkurang, karena pada saat pembakaran air diubah menjadi uap air sehingga panas yang terjadi dari tidak maksimal dalam proses pembakaran. Pengujian sifat kebersihan dilakukan dengan pengujian water content, ASTM D 95.
Sifat Keselamatan
Sifat keselamatan bahan bakar MFO meliputi keselamatan di dalam pengangkutan, penyimpanan dan penggunaan. Bahan bakar solar harus memiliki salah satu sifat keselamatan yaitu bahwa bahan bakar solar tidak terbakar akibat terjadi loncatan api. Pengujian sifat keselamatan dilakukan dengan melakukan pengujian flash point berdasarkan ASTM D 93.

Read More..

About Petroleum Crude Oil

Sekilas aja ya tentang mintak bumi / crude oil. Semoga bermanfaat :D

Minyak bumi (petroleum, crude oil) merupakan campuran berbagai senyawa hidrokarbon dalam berbagai komposisi yang berasal dari dalam bumi (EDY,2006). Terdapat dua teori pembentukan minyak bumi yang dikenal yaitu teori biogenic yang menyatakan bahwa minyak bumi dihasilkan dari proses perubahan materi organik karena tekanan dan pemanasan selama kurun waktu jutaan tahun, sedangkan teori abiogenic menyatakan bahwa minyak bumi telah ada sejak terbentuknya bumi. Namun, sebagian besar ahli meyakini teori biogenic bahwa minyak bumi terbentuk dari binatang dan tumbuhan laut yang terkubur selama jutaan tahun oleh pengaruh lingkungannya, yaitu temperatur, tekanan, kehadiran senyawa logam dan mineral, letak geologis dan waktu proses perubahan. Pengaruh lingkungan pada proses pembentukan minyak bumi menyebabkan minyak bumi akan mempunyai komposisi yang berbeda dari tempat yang satu dengan tempat yang lainnya (EDI PRAYITNO, 2006).

Minyak bumi (crude oil) adalah campuran yang sangat kompleks dari berbagai jenis hidrokarbon dengan berbagai komposisi, mulai dari gas metana sampai dengan bahan aspal yang berat dan padat (EDI PRAYITNO, 2006). Minyak bumi (petroleum) atau minyak mentah adalah campuran rumit senyawa alifatik dan aromatik termasuk pula senyawa sulphur dan nitrogen (1-6%). Menurut American Society for Testing and Materials (ASTM) minyak bumi merupakan campuran yang terjadi di bumi, sebagian besar terdiri atas hidrokarbon, sedikit belerang, nitrogen, yang dibebaskan dalam tanah dan disertai dengan zat-zat lain seperti air garam anorganik dan impurities lain yang apabila dipisahkan akan mengubah sifat minyak (HARDJONO, 2001).

Komposisi Minyak Bumi
Minyak bumi terdiri dari ribuan zat kimia termasuk gas, cairan dan zat padat mulai dari metana sampai dengan asphalt. Komponen utama minyak bumi dan hasil-hasilnya tersusun dari komponen utama yang terdiri dari ikatan atom karbon (C) dan atom hidrigen (H), sehingga minyak bumi sering juga disebut hidrokarbon. Selain karbon dan hidrogen didalam minyakbumi juga terdapat senyawa sulpfur, oksigen, nitrogen dan logam yang termasuk dalam senyawa nonhidrokarbon.
Perbandingan unsur-unsur tersebut dalam minyak bumi sangat bervariasi dengan komposisi sebagai berikut:
Karbon (C) : 83,0 – 87,0 %
Hydrogen (H) : 10,0 – 14,0%
Nitrogen (N) : 0,1 – 2,0 %
Oksigen (O) : 0,05 – 1,5 %
Sulphur (S) : 0,05 – 6,0 %
Secara umum komposisi hidrokarbon minyak bumi terdiri dari dua komponen, yaitu :
– Komponen hidrokarbon
– Komponen nonhidrokarbon, termasuk juga komponen organometalik

a. Komponen Hidrokarbon
Komponen hidrokarbon dalam minyak bumi diklasifikasikan atas empat golongan, yaitu :
1. Hidrokarbon Parafin
2. Hidrokarbon Olefin
3. Hidrokarbon Napthen
4. Hidrokarbon Aromatik

1. Hidrokarbon Parafin
Hidrokarbon parafin adalah senyawa hidrokarbon jenuh dengan rantai lurus atau rantai cabang tanpa struktur cincin. Parafin disebut juga alkana, dengan rumus umum CnH2n+2, jenis senyawa hidrokarbon paraffin dibagi atas dua macam yaitu; hidrokarbon paraffin yang berbentuk rantai lurus yang disebut normal paraffin contohnya adalah n-butana dan hidrokarbon paraffin yang berbentuk rantai cabang di sebut iso-paraffin contohnya adalah iso-heptana
Sifat dari hidrokarbon paraffin antara lain :
o Pada kondisi temperatur normal (ruang) hidrokarbon paraffin dengan jumlah atom karbon 1 – 4 akan berbentuk gas,
o Pada kondisi temperatur normal (ruang) hidrokarbon paraffin dengan jumlah atom karbon 5 – 15 akan berbentuk cair,
o Pada kondisi temperatur normal (ruang) hidrokarbon paraffin dengan jumlah atom karbon lebih dari 15 akan berbentuk padatan.
o Memiliki tingkat kestabilan yang tinggi, dan
o Pada suhu kamar tidak bereaksi dengan asam dan basa
2. Hidrokarbon Olefin
Hidrokarbon olefin merupakan senyawaan hidrokarbon tidak jenuh, dengan ikatan rangkap dua diantara kedua atom C yang berdekatan (C=C) dan mempunyai jumlah atom H lebih sedikit dari paraffin. Hidrokarbon olefin ini bersifat lebih reaktif dibandingkan dengan hidrokarbon paraffin. Hidrokarbon olefin disebut juga alkena, dengan rumus umum: CnH2n. Contohnya etilena (CH=CH).
Umumnya golongan hidrokarbon olefin dengan titik didih yang rendah tidak ditemukan dalam minyak bumi (crude oil) tetapi banyak dihasilkan dari proses cracking / reforming.
3. Hidrokarbon Napthen
Hidrokarbon napthen adalah senyawaan hidrokarbon jenuh yang mempunyai struktur cincin atau siklis. Senyawa ini memiliki rumus umum CnH2n, senyawa napthen dengan bobot molekul yang rendah merupakan bahan bakar yang baik, sedangkan yang mempunyai bobot molekul yang tinggi terdapat dalam fraksi gas oil dan minyak pelumas. Contoh : siklo pentane dan siklo heksana.
4. Hidrokarbon Aromatik
Hidrokarbon aromatik adalah senyawaan hidrokarbon dengan rantai hidrokarbon tertutup (siklis) yang mempunyai satu inti benzena atau lebih, senyawaan ini memiliki rumus umum CnH2n-6, dalam minyak bumi jumlah senyawaan ini sangat sedikit namun senyawaan aromat sangat diinginkan dalam gasoline karena mempunyai sifat anti ketuk yang tinggi. Senyawa aromatik ini sering dipisahkan dari minyak bumi untuk bahan baku petrokimia.
Contoh : benzena dan toluena.
b. Komponen Nonhidrokarbon
Didalam minyak bumi selain mengandung senyawaan hidrokarbon juga mengandung sejumlah senyawaan nonhidrokarbon, terutama senyawaan sulphur, senyawaan nitrogen, senyawaan oksigen, dan senyawaan organo metalik/logam (dalam jumlah kecil/trace sebagai larutan). Unsur-unsur tersebut umumnya tidak dikehendaki ada dalam produk-produk minyak bumi sehingga keberadaannya meskipun dalam jumlah sedikit namun akan sangat mempengaruhi pengolahan terhadap minyak bumi.
Senyawaan Sulphur
Minyak bumi yang densitinya lebih tinggi mempunyai kandungan sulphur yang lebih tinggi pula. Keberadaan sulphur dalam minyak bumi sering banyak menimbulkan dampak negatif, misalnya dalam gas oil dapat menyebabkan korosi (khususnya dalam keadaan dingin atau berair) pada mesin kendaraan akibat dari terbentuknya asam yang dihasilkan dari oksida sulphur (sebagai hasil pembakaran gas iol) dan air. Beberapa jenis senyawaan sulphur yang terdapat dalam minyak bumi diantaranya adalah hidrogen sulfida dan merkaptan.
Senyawaan Oksigen
Kandungan total oksigen dalam minyak bumi adalah kurang dari 2 % dan jumlahnya akan semakin meningkat jika bobot molekul dan titik didih fraksi semakin tinggi. Kandungan oksigen bisa menaik apabila produk itu lama berhubungan dengan udara. Oksigen dalam minyak bumi berada dalam bentuk ikatan sebagai asam karboksilat, keton, ester, eter, anhidrida, senyawa monosiklo dan disiklo serta phenol. Sebagai asam karboksilat berupa asam naphthenat (asam alisiklik) dan asam alifatik. Contoh dari senyawaan oksigen yang terdapat dalam minyak bumi diantaranya adalah furan dan benzofuran.
Senyawaan Nitrogen
Umumnya kandungan nitrogen dalam minyak bumi sangat rendah, yaitu 0,1 – 0,9 %. Kandungan tertinggi terdapat pada fraksi berat (residu). Nitrogen mempunyai sifat racun terhadap katalis dan dapat membentuk gum / getah pada fuel oil. Kandungan nitrogen terbanyak terdapat pada fraksi titik didih tinggi. Nitrogen yang mempunyai berat molekul yang relatif rendah dapat diekstrak dengan asam mineral encer, sedangkan yang mempunyai berat molekul yang tinggi tidak dapat diekstrak dengan asam mineral encer. Contoh senyawa nitrogen yang terdapat dalam minyak bumi diantaranya adalah pyridin dan pyrrol.
Senyawaan Logam
Unsur-unsur logam seperti natrium, kalium, magnesium, besi, vanadium, dan nikel yang terkandung didalam minyak bumi dapat terikat baik sebagai senyawa anorganik yang biasanya larut dalam air maupun sebagai senyawa kompleks logam organik. Logam – logam seperti besi, tembaga, terutama nikel dan vanadium pada proses catalytic cracking mempengaruhi aktifitas katalis, sebab dapat menurunkan produk minyak bumi seperti menghasilkan banyak gas dan pembentukkan coke (kerak).

Karakteristik Minyak Bumi
Minyak bumi terdiri dari campuran berbagai persenyawaan kimia dari suatu golongan yang disebut hidrokarbon dan persenyawaan lain yang mengandung unsur-unsur O2, sulphur, N2, dan logam-logam dalam jumlah kecil. Jenis hidrokarbon yang satu berbeda sifatnya dengan jenis hidrokarbon yang lain. Hal ini yang menyebabkan pengaruh terhadap sifat dan kegunaannya serta mutu dari produk-produk minyak bumi ( EDI PRAYITNO, 2006).
Suatu jenis produk minyak bumi harus mempunyai sifat-sifat tertentu dalam memenuhi mutunya dan sebagian besar sifat-sifat tersebut ditentukan oleh jenis hidrokarbon yang terkandung didalamnya.

Pengaruh jenis hidrokarbon terhadap sifat karakteristik produk minyak bumi
Karakteristik Minyak Bumi Parafinik Minyak Bumi Aromatik
specific grafity 60/60 0F rendah tinggi
specific grafity API rendah tinggi
angka oktan rendah tinggi
angka setana tinggi rendah
titik asap tinggi rendah
titik tuang tinggi rendah
indeks viskositas tinggi rendah
Sumber : Pertamina, 2006
Untuk minyak jenis naptenik pada umumnya mempunyai sifat diantara jenis parafinik dan aromatik.

Produk-produk Hasil Pengolahan Minyak Bumi
Minyak mentah (crude oil) belum bisa dimanfaatkan langsung sebagai bahan bakar. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengolahan terlebih dahulu pada minyak mentah agar diperoleh produk-produk dari minyak mentah. Untuk menghasilkan produk minyak bumi, digunakan bermacam-macam pengolahan terhadap minyak mentah agar menjadi fraksi-fraksi yang diinginkan.
Tujuan dari pengolahan pada minyak mentah selain untuk fraksinasi juga untuk meningkatkan mutu dari produk minyak bumi hasil fraksinasi. Proses fraksinasi pada minyak bumi dapat dilakukan secara fisika maupun kimia, contoh sederhana proses fraksinasi pada minyak bumi adalah proses distilasi, dari proses ini akan dihasilkan berbagai produk bahan bakar minyak berdasarkan titik didihnya yang dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk kebutuhan kendaraan bermotor dan industri.

Fraksi-fraksi yang dihasilkan dari proses distilasi minyak bumi serta penggunaannya :
Produk - produk Hasil Distilasi Minyak Bumi
Jarak Titik Didih (0C) Jumlah Atom Karbon Nama Penggunaan
dibawah 30 1 - 4 fraksi gas bahan bakar pemanas/gas
30 - 180 5 - 10 bensin bahan bakar mobil
180 - 230 11 -12 minyak tanah bahan bakar jet,memasak
230 - 305 13 - 17 minyak gas bahan bakar diesel
305 - 405 18 - 25 minyak gas berat bahan bakar pemanas
sisa distilasi :1) minyak yang mudah menguap; minyak pelumas, lilin, dan vaselin. 2) bahan yang tidak menguap; aspal dan kokas dari minyak bumi.
Sumber : Fessenden dan Fessenden, 1997

Read More..

PT PERTAMINA (PERSERO) RU IV CILACAP

PT. Pertamina (Persero)
Minyak bumi merupakan salah satu sumber daya alam yang dapat menghasilkan energi baik untuk bahan bakar maupun untuk pembangkit tenaga listrik. Bagi Indonesia, minyak bumi merupakan sumber daya alam yang sangat penting. Hal ini disebabkan karena disamping untuk keperluan dalam negeri, juga diperuntukkan sebagai sumber devisa melalui ekspor Migas. Seiring dengan perkembangan industri dan pembangunan di Indonesia, maka kebutuhan energi akan meningkat dari tahun ke tahun.

Penggunaan minyak bumi dewasa ini terus berkembang dan semakin meningkat. Minyak bumi merupakan salah satu sumber energi utama yang masih digunakan, terutama untuk pembangkit tenaga listrik dan sebagai bahan bakar untuk berbagai jenis mesin. Konsumsi minyak bumi terus meningkat terutama untuk keperluan dalam negeri, diantaranya mencapai 34% sebagai Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk kebutuhan pulau Jawa. Berdasarkan UU No.19/1960 tentang pendirian Perusahaan Negara dan UU No. 44/1960 tentang Pertambangan Minyak dan Gas Bumi, maka pada tahun 1961 dibentuk perusahaan negara sektor minyak dan gas bumi, yaitu PN Pertamina dan PN Permina, yang bergerak dalam usaha eksplorasi, eksploitasi, pengolahan dan pemasaran/distribusi. Kemudian pada tahun 1971, terbit UU No. 8/1971 yang menetapkan penggabungan kedua perusahaan tersebut menjadi PN Pertamina, sebagai pengelola tunggal dalam pemenuhan kebutuhan minyak dan gas bumi negara. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 31/2003 sebagai amanat dari pasal 60 UU No. 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi serta akta pendirian PT (PERSERO) PERTAMINA yang dilakukan oleh Menteri Keuangan dilaksanakan pengalihan Badan Hukum serta pengalihan Direksi dan Komisaris. Untuk itu, perlu dibangun unit pengolahan minyak bumi guna memenuhi kebutuhan yang meningkat tersebut. Dalam usaha tersebut, maka pada tahun 1974 dibangunlah kilang minyak yang dirancang untuk mengolah bahan baku minyak mentah dari Timur Tengah, dengan maksud selain untuk mendapatkan produk BBM, juga untuk mendapatkan bahan dasar minyak pelumas dan aspal.

PT. PERTAMINA ( Persero) Unit Pengolahan IV Cilacap
Unit Pengolahan IV Cilacap merupakan salah satu Unit Kilang Minyak PT. Pertamina ( Persero) yang memiliki kapasitas terbesar dan terlengkap fasilitasnya di tanah air dengan kapasitas yang dimiliki yaitu 348.000 barrel/ hari. Pembangunan kilang minyak di Cilacap merupakan pembangunan salah satu dari unit-unit pengolahan yang ada di Indonesia. Pertamina Unit Pengolahan IV Cilacap berada di bawah tanggung jawab Direktorat Hilir Bidang Pengolahan Pertamina.
Unit-unit pengolahan minyak dan gas bumi yang dikelola oleh PERTAMINA terbagi atas 7 lokasi, yaitu :
1.Unit Pengolahan-I Pangkalan Brandan (Sumatera Utara), sudah tidak beroperasi sejak tahun 2006.
2.Unit Pengolahan -II Dumai dan Sungai Pakning (Riau), kapasitas 170.000 barrel/hari.
3.Unit Pengolahan -III Plaju dan Sungai Gerong (Sumatera Selatan), kapasitas 135.000 barrel/hari.
4.Unit Pengolahan -IV Cilacap (Jawa Tengah), kapasitas 348.000 barrel/hari.
5.Unit Pengolahan -V Balikpapan (Kalimantan Timur), kapasitas 270.000 barrel/hari.
6.Unit Pengolahan -VI Balongan (Jawa Barat), kapasitas 125.000 barrel/hari.
7.Unit Pengolahan -VII Kasim (Papua Barat), kapasitas 10.000 barrel/hari.
Kilang minyak Pertamina Unit Pengolahan IV Cilacap didirikan dengan maksud menghasilkan produk BBM dan Non BBM guna memenuhi kebutuhan masyarakat pulau Jawa, mengingat secara geografis posisi kilang Cilacap terletak di central pulau Jawa atau dekat dengan konsumen terpadat penduduknya di Indonesia. Adapun maksud pembangunan kilang minyak Cilacap selain menghasilkan produk BBM dan Non BBM yaitu mengurangi ketergantungan impor BBM dari luar negeri yang semakin meningkat serta sebagai langkah efisiensi karena memudahkan supply dan distribusi. Kilang minyak UP IV merupakan satu -satunya kilang minyak yang menghasilakn aspal dan base oil.

Kilang Minyak I
Pembangunan kilang minyak I Cilacap dimulai tahun 1974 dan mulai beroperasi pada 24 Agustus 1976 setelah diresmikan oleh Presiden Soeharto. Kilang ini dirancang oleh Shell International Petroleum Maatschappij (SIPM), sedangkan kontraktornya adalah Fluor Eastern Inc. yang dibantu oleh beberapa sub kontraktor dari perusahaan nasional Indonesia dan asing. Selaku pengawas dalam pelaksanaan proyek ini adalah Pertamina.
Kilang Minyak I didesain untuk menghasilkan produk BBM dan NBM (minyak dasar pelumas dan aspal). Oleh karena itulah bahan baku kilang ini adalah minyak mentah dari Timur Tengah, yaitu Arabian Light Crude (ALC) yang kadar sulfurnya cukup tinggi (sekitar 1,88%/berat). Kandungan sulfur dalam minyak mentah dibutuhkan untuk menjaga stabilitas oksidasi pada komponen Lube Base Oil. Kandungan sulfur dalam aspal juga dapat meningkatkan ketahanan aspal terhadap deformasi dan cuaca yang berubah-ubah. Namun, kandungan sulfur tidak boleh terlalu tinggi supaya tidak menyebabkan korosi pada peralatan proses. Sementara untuk saat ini, bahan baku kilang ini bukan hanya ALC melainkan juga Iranian Light Crude (ILC) dan Basrah Light Crude (BLC).
Kilang ini dirancang dengan kapasitas produksi 100.000 barrel/hari tetapi karena meningkatnya kebutuhan konsumen, kapasitas kilang ini ditingkatkan menjadi 118.000 barrel/hari melalui Debottlenecking Project pada tahun 1997/1998. Kilang Minyak I Pertamina Refinery Unit IV Cilacap meliputi :
1) Fuel Oil Complex (FOC I), untuk memproduksi BBM.
2) Lube Oil Complex (LOC I), untuk memproduksi bahan baku minyak pelumas (lube base oil) dan aspal.
3) Utilities Complex I (UTL I), menyediakan semua kebutuhan utilitas dari unit-unit proses seperti steam, listrik, angin instrumen, air pendingin serta fuel system.
Offsite Facilities, yaitu sebagai fasilitas penunjang yang terdiri dari tangki-tangki storage, flare system, utilitas dan environment system.


Gambar 11. Diagram Blok FOC I Gambar 1.2. Konfigurasi LOC

Keterangan Gambar 11 :
CDU : Crude Distilling Unit
NHT : Naphtha Hydrotreater Unit
HDS : Hydro Desulphurizer
LGO : Light Gas Oil
HGO : Heavy Gas Oil



Keterangan Gambar 1.2:
HVU : High Vacuum Unit
PDU : Propane Deasphalting Unit
LMO : Light Machine Oil
MMO : Medium Machine Oil
SPO : Spindle Oil
DAO : Deasphalting Oil
IDIS : Intermediate Distillate
HTU : Hydrotreating Unit
MDU : MEK(Methyl Ethyl Ketone)
FEU : Furfural Extraction Unit




KilangMinyak II
Kilang Minyak II dibangun pada tahun 1981 untuk memenuhi kebutuhan BBM dalam negeri yang terus meningkat. Setelah diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 4 Agustus 1983, kilang ini memulai operasinya. Kompleks BBM (Fuel Oil Complex II) di kilang ini dirancang oleh Universal Oil Product (UOP) sedangkan Kompleks Bahan Dasar Minyak Pelumas (Lube Oil Complex II dan III) dirancang oleh Shell International Petroleum Maatschappij (SIPM), dan Offsite Facilities oleh Fluor Eastern Inc. Kontraktor utama untuk pembangunan kilang ini adalah Fluor Eastern Inc. dan dibantu oleh kontraktor-kontraktor nasional.
Kilang II dirancang terutama untuk mengolah minyak mentah dalam negeri karena sebelumnya minyak mentah dalam negeri diolah di kilang minyak luar negeri kemudian baru masuk kembali ke Indonesia dalam bentuk BBM dan cara seperti ini sangatlah tidak efisien. Kilang ini mengolah minyak mentah dalam negeri yang kadar sulfurnya lebih rendah daripada minyak mentah Timur Tengah. Awalnya, minyak mentah domestik yang diolah merupakan campuran dari 80% Arjuna Crude (kadar sulfurnya 0,1%/berat). Dalam perkembangannya, bahan baku yang diolah adalah minyak cocktail yang merupakan campuran dari minyak mentah dalam dan luar negeri.
Sebelum diadakan Debottlenecking Project pada tahun 1997/1998, kapasitas Kilang Minyak II hanya 200.000 barrel/hari tetapi setelah diadakan proyek tersebut, kapasitasnya meningkat menjadi 230.000 barrel/hari. Area Kilang Minyak II meliputi :
1) Fuel Oil Complex II (FOC II) yang memproduksi BBM.
2) Lube Oil Complex II (LOC II) yang memproduksi bahan dasar minyak pelumas dan aspal.
3) Lube Oil Complex III (LOC III) yang juga memproduksi bahan dasar minyak pelumas dan aspal.
4) Utilities Complex II (UTL II) yang fungsinya sama dengan UTL I.

Gambar 2.1. Diagram Blok FOC II


Kilang Petrokimia Paraxylene
Berdasarkan pertimbangan adanya bahan baku naphtha yang cukup, sarana pendukung berupa dermaga, tangki, dan utilitas, serta peluang pasar baik di dalam maupun luar negeri yang terbuka lebar, maka PERTAMINA RU-IV membangun Kilang Paraxylene. Kilang yang dirancang oleh Universal Oil Product (UOP) ini dibangun pada tahun 1988 oleh kontraktor Japan Gasoline Corporation (JGC) dan memulai operasinya setelah diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 20 Desember 1990. Tujuan pembangunan kilang ini adalah untuk mengolah naphtha dari FOC II menjadi produk-produk petrokimia, yaitu paraxylene dan benzene sebagai produk utama serta raffinate, heavy aromate, toluene, dan LPG sebagai produk sampingan. Total kapasitas produksi dari kilang ini adalah 270.000 ton/tahun.
PERTAMINA RU-IV semakin penting dengan adanya kilang Paraxylene, karena dengan mengolah naphta 590.000 ton/tahun menjadi produk utama paraxylene, benzene, dan produk samping lainnya, otomatis RU-IV menjadi satu-satunya unit pengolahan minyak bumi di Indonesia yang terintegrasi dengan industri Petrokimia.
Paraxylene yang dihasilkan sebagian digunakan sebagai bahan baku pabrik Purified Terepthalic Acid (PTA) pada pusat aromatik di Plaju, Sumatera Selatan. Hal ini merupakan suatu bentuk usaha penghematan devisa sekaligus sebagai usaha peningkatan nilai tambah produksi kilang BBM, sedangkan sebagian lagi diekspor ke luar negeri. Sementara, seluruh benzene yang dihasilkan diekspor ke luar negeri. Produk-produk sampingan dari kilang ini dimanfaatkan lebih lanjut untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Gambar 2.2. Kilang Paraxylene

a. Kilang LPG dan Sulphur Recovery Unit (SRU)
Pemerintah berencana untuk mengurangi kadar emisi SOx pada buangan. Untuk mendukung komitmen terhadap lingkungan pada tanggal 27 Februari 2002 RU-IV membangun kilang SRU dengan luas area proyek 24.200 m2 yang terdiri dari unit proses dan unit penunjang. Proyek ini dapat mengurangi emisi gas dari kilang RU-IV, khususnya SO2 sehingga emisi yang dibuang ke udara akan lebih ramah terhadap lingkungan. Kilang ini mengolah off gas dari berbagai unit di RU-IV menjadi produk berupa sulfur cair, LPG, dan condensate.
Kilang SRU ini memiliki beberapa unit antara lain, Gas Treating Unit, LPG Recovery Unit, Sulphur Recovery Unit, Tail Gas Unit, dan Refrigeration. Umpan pada Gas Treating Unit terdiri dari 9 stream sour gas yang sebelumnya kesembilan stream gas ini hanya dikirim ke fuel gas system sebagai bahan bakar kilang atau dibakar di flare. Dengan adanya unit LPG Recovery pada kilang SRU ini akan menambah aspek komersial dengan pengambilan produk LPG yang memiliki nilai ekonomi tinggi dari stream treated gas.
Dengan melakukan treatment terhadap 9 stream sour gas dengan jumlah total sebesar 600 metrik ton/hari dapat diperoleh produk sulfur cair sebanyak 59-68 metrik ton/hari, produk LPG sebanyak 324-407 metrik ton/hari dan produk condensate (C5+) sebanyak 28-103 metrik ton/hari. Sedangkan hasil atas yang berupa gas dengan kandungan H2S sangat rendah dari Unit LPG Recovery akan dikirimkan keluar sebagai fuel system.
Unit-unit di Kilang SRU adalah sebagai berikut :
1) Gas Treating
Gas treating unit dirancang untuk mengurangi kadar hydrogen sulfide (H2S) di dalam gas buang (sebagai umpan) agar tidak lebih dari 10 ppmv sebelum dikirim ke LPG Recovery unit dan PSA unit yang telah ada. Dalam metode operasi normal larutan amine disirkulasikan untuk menyerap H2S pada suhu mendekati suhu kamar.
2) LPG Recovery
Memiliki Cryogenic Refluxted Absorber design sebagai utilitas di LPG Recovery Unit untuk menambah produk LPG Recovery secara umum. Proses ini mempunyai LPG Recovery optimum pada excess 99,9% (pada Deethanizer Bottom Stream). Proses refrigerasi digunakan sebagai pelengkap umum Chilling (pendinginan).
3) Sulfur Recovery Unit
Sulphur Recovery Unit (SRU) didirikan untuk memisahkan acid gas dari amine regeneration di Gas Treating Unit (GTU), dirubah menjadi H2S dalam bentuk gas menjadi sulfur cair dan dalam bentuk gas sulfur untuk bisa dikirim melalui eksport.
4) Tail Gas Unit
TGU (Tail Gas Unit) dirancang untuk mengolah acid gas dari Sulphur Recovery Unit (SRU). Semua komponen sulfur diubah menjadi H2S untuk dihilangkan di unit TGU absorber, arus recycle kembali ke unit SRU dan sebagian dibakar menjadi jenis sulfur yang terdiri dari SOx kemudian dibuang ke atmosfer.
5) Unit 95 : Refrigeration
Unit Refrigeration dilengkapi dengan pendinginan yang diperlukan untuk LPG Recovery Unit dan juga dilengkapi dengan Trim Amine Chilling di bagian Tail Gas Unit untuk memaksimalkan pengambilan sulphur secara umum. System Refrigeration terdiri dari dua tahap Loop Propane Refrigeration.


Read More..

Rabu, 19 Januari 2011

Malapetaka adalah Peluang



Resep seseorang yg dipandang malapetaka adalah peluang orang lain untuk menjadi sukses. Pada tahun 1978, Ben Cohen dan Jerry Greenfield membuka toko es krim di Burlington, Vermont, Amerika Serikat. Mereka kalau dilihat dari sisi kurang menguntungkan banyak diantaranya :

1. Mereka tidak punya uang
2. Mereka tidak punya pengalaman
3. Mereka tidak punya peralatan
4. dan mereka menjual es krim di tempat dingin ( lho )


Tetapi mereka mempunyai antusiasme dan mereka menjalankannya dengan sepenuh hati. Selain itu mereka sangat kreatif terutama dalam menemukan alasan untuk menemukan alasan untuk memberikan es krim secara gratis. Dan yang paling hebat mereka membangun budaya perusahaan untuk bersikap murah hati.

Salah satu ide menariknya adalah ketika musim dingin mereka membuat program POPCDBZWE ( Penny per Celcius Degree Below Zero Winter Extravaganza, yang artinya mereka memberikan diskon tambahan setiap kali suhu turun, semakin dingin semakin besar diskonnya. Dan orang-orang menyukai konsep yang unik dan lucu itu..

Mereka ternyata mampu mengubah ”malapetaka” menjadi semacam mukjizat dengan cara menciptakan

1. Kesenangan
2. menjadi orang yang menarik dan lucu
3. mengubah halangan besar menjadikesempatan besar


(sumber : Success adventure karya Roger Magnet’s )

Read More..

Jumat, 19 November 2010

Spektrum Elektromagnetik


Spektrum elektromagnetik adalah rentang semua radiasi elektromagnetik yang mungkin. Spektrum elektromagnetik dapat dijelaskan dalam panjang gelombang, frekuensi, atau tenaga per foton. Spektrum ini secara langsung berkaitan (lihat juga tabel dan awalan SI):
Panjang gelombang dikalikan dengan frekuensi ialah kecepatan cahaya: 300 Mm/s, yaitu 300 MmHz
Energi dari foton adalah 4.1 feV per Hz, yaitu 4.1μeV/GHz
Panjang gelombang dikalikan dengan energy per foton adalah 1.24 μeVm
Spektrum elektromagnetik dapat dibagi dalam beberapa daerah yang terentang dari sinar gamma gelombang pendek berenergi tinggi sampai pada gelombang mikro dan gelombang radio dengan panjang gelombang sangat panjang. Pembagian ini sebenarnya tidak begitu tegas dan tumbuh dari penggunaan praktis yang secara historis berasal dari berbagai macam metode deteksi. Biasanya dalam mendeskripsikan energi spektrum elektromagnetik dinyatakan dalam elektronvolt untuk foton berenergi tinggi (di atas 100 eV), dalam panjang gelombang untuk energi menengah, dan dalam frekuensi untuk energi rendah (λ ≥ 0,5 mm). Istilah "spektrum optik" juga masih digunakan secara luas dalam merujuk spektrum elektromagnetik, walaupun sebenarnya hanya mencakup sebagian rentang panjang gelombang saja (320 - 700 nm)


Read More..

Atomic absorption spectroscopy


Instrumentation
Atomic absorption spectrometer block diagram
In order to analyze a sample for its atomic constituents, it has to be atomized. The sample should then be illuminated by light. The light transmitted in order to determine the content of a given analyte in a sample, it has to be atomized. The atomizers most commonly used nowadays are flames and electrothermal (graphite tube) atomizers. The atoms should then be irradiated by optical radiation, and the radiation source could be an element-specific line radiation source or a continuum radiation source. The radiation then passes through a monochromator in order to separate the element-specific radiation from any other radiation emitted by the radiation source, which is finally measured by a detector.

Atomizers
Although other atomizers, such as heated quartz tubes, might be used for special purposes, the atomizers most commonly used nowadays are (spectroscopic) flames and electrothermal (graphite tube) atomizers.
[edit]Flame atomizers
The oldest and most commonly used atomizers in AAS are flames, principally the air-acetylene flame with a temperature of about 2300 °C and the nitrous oxide (N2O)-acetylene flame with a temperature of about 2700 °C. The latter flame, in addition, offers a more reducing environment, being ideally suited for analytes with high affinity to oxygen.
Liquid or dissolved samples are typically used with flame atomizers. The sample solution is aspirated by a pneumatic nebulizer, transformed into an aerosol, which is introduced into a spray chamber, where it is mixed with the flame gases and conditioned in a way that only the finest aerosol droplets (<>

Read More..

Sabtu, 25 September 2010

Tutorial Membuat Robot Cerdas


Tim yang masuk final Kontes Robot Indonesia (KRI) dan Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) 2008 secara resmi diumumkan hari ini (lihat di: Pengumuman Final KRI/KRCI 2008). Dua puluh empat (24) tim berhak bertarung dalam lomba robot panjat pinang (KRI) dan 37 tim robot bertarung dalam kontes robot cerdas pemadam api (KRCI). Bagaimana cara membuat robot-robot itu agar bisa hebat & cerdas? Dalam tutorial ini akan dijelaskan langkah-langkah membuat robot cerdas, baik KRI/KRCI.

Tahap-tahap pembuatan robot





Secara garis besar, tahapan pembuatan robot dapat dilihat pada gambar berikut:

tutorial membuat robot cerdas tahapan pembuatan

Ada tiga tahapan pembuatan robot, yaitu:

1. Perencanaan, meliputi: pemilihan hardware dan design.
2. Pembuatan, meliputi pembuatan mekanik, elektonik, dan program.
3. Uji coba.

1. Tahap perencanan

Dalam tahap ini, kita merencanakan apa yang akan kita buat, sederhananya, kita mau membuat robot yang seperti apa? berguna untuk apa? Hal yang perlu ditentukan dalam tahap ini:

* Dimensi, yaitu panjang, lebar, tinggi, dan perkiraan berat dari robot. Robot KRI berukuran tinggi sektar 1m, sedangkan tinggi robot KRCI sekitar 25 cm.
* Struktur material, apakah dari alumunium, besi, kayu, plastik, dan sebagainya.
* Cara kerja robot, berisi bagian-bagian robot dan fungsi dari bagian-bagian itu. Misalnya lengan, konveyor, lift, power supply.
* Sensor-sensor apa yang akan dipakai robot.
* Mekanisme, bagaimana sistem mekanik agar robot dapat menyelesaikan tugas.
* Metode pengontrolan, yaitu bagaimana robot dapat dikontrol dan digerakkan, mikroprosesor yanga digunakan, dan blok diagram sistem.
* Strategi untuk memenangkan pertandingan, jika memang robot itu akan diikutkan lomba/kontes robot Indonesia/Internasional.

2. Tahap pembuatan

Ada tiga perkerjaan yang harus dilakukan dalam tahap ini, yaitu pembuatan mekanik, elektronik, dan programming. Masing-masing membutuhkan orang dengan spesialisasi yang berbeda-beda, yaitu:

* Spesialis Mekanik, bidang ilmu yang cocok adalah teknik mesin dan teknik industri.
* Spesialis Elektronika, bidang ilmu yang cocok adalah teknik elektro.
* Spesialis Programming, bidang ilmu yang cocok adalah teknik informatika.

Jadi dalam sebuah tim robot, harus ada personil-personil yang memiliki kemampuan tertentu yang saling mengisi. Hal ini diperlukan dalam membentuk Tim Kontes Robot Indonesia (KRI) atau Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI). Bidang ilmu yang saya sebutkan tadi, tidak harus diisi mahasiswa/alumni jurusan atau program studi tersebut, misalnya boleh saja mahasiswa jurusan teknik mesin belajar pemrograman.

Untuk mengikuti lomba KRI/KRCI dibutuhkan sebuah tim yang solid. Tetapi buat Anda yang tertarik membuat robot karena hobby atau ingin belajar, semua bisa dilakukan sendiri, karena Anda tidak terikat dengan waktu atau deadline. Jadi Anda bisa melakukannya dengan lebih santai.

Pembuatan mekanik

Setelah gambaran garis besar bentuk robot dirancang, maka rangka dapat mulai dibuat. Umumnya rangka robot KRI terbuat dari alumunium kotak atau alumunium siku. Satu ruas rangka terhubung satu sama lain dengan keling alumunium. Keling adalah semacam paku alumunium yang berguna untuk menempelkan lembaran logam dengan erat. Rangka robot KRCI lebih variatif, bisa terbuat dari plastik atau besi panjang seperti jeruji.

Pembuatan sistem elektronika

Bagian sistem elektronika dirancang sesuai dengan fungsi yang diinginkan. Misalnya untuk menggerakkan motor DC diperlukan h-brigde, sedangkan untuk menggerakkan relay diperlukan saklar transistor. Sensor-sensor yang akan digunakan dipelajari dan dipahami cara kerjanya, misalnya:

1. Sensor jarak, bisa menggunakan SRF04, GP2D12, atau merakit sendiri modul sensor ultrasonik atau inframerah.
2. Sensor arah, bisa menggunakan sensor kompas CMPS03 atau Dinsmore.
3. Sensor suhu, bisa menggunakan LM35 atau sensor yang lain.
4. Sensor nyala api/panas, bisa menggunakan UVTron atau Thermopile.
5. Sensor line follower / line detector, bisa menggunakan led & photo transistor.

Berikut ini gambar sensor ultrasonik, inframerah, UVTron, dan kompas:

tutorial membuat robot cerdas srf 04tutorial membuat robot cerdas gp2d12kompas CMPS03

Pembuatan sistem elektronika ini meliputi tiga tahap:

* Design PCB, misalnya dengan program Altium DXP.
* Pencetakan PCB, bisa dengan Proboard.
* Perakitan dan pengujian rangkaian elektronika.

tutorial membuat robot cerdas design pcb


Pembuatan Software/Program

Pembuatan software dilakukan setelah alat siap untuk diuji. Software ini ditanamkan (didownload) pada mikrokontroler sehingga robot dapat berfungsi sesuai dengan yang diharapkan.

tutorial membuat robot cerdas pemrograman

Tahap pembuatan program ini meliputi:

1. Perancangan Algoritma atau alur program
Untuk fungsi yang sederhana, algoritma dapat dibuat langsung pada saat menulis program. Untuk fungsi yang kompleks, algoritma dibuat dengan menggunakan flow chart.
2. Penulisan Program
Penulisan program dalam Bahasa C, Assembly, Basic, atau Bahasa yang paling dikuasai.
3. Compile dan download, yaitu mentransfer program yang kita tulis kepada robot.

3. Uji coba

Setelah kita mendownload program ke mikrokontroler (otak robot) berarti kita siap melakukan tahapan terakhir dalam membuat robot, yaitu uji coba. Untuk KRCI, ujicoba dilakukan pada arena seluas sekitar 4×4 meter dan berbentuk seperti puzzle. Dalam arena KRCI ini diletakkan lilin-lilin yang harus dipadamkan oleh robot cerdas pemadam api. Contoh gambar robot pemadam api Ted Larsorn dan arena Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI).

tutorial membuat robot cerdas contoh robot cerdasarena-lomba-krci

Untuk lomba robot KRI, dibutuhkan ruangan yang lebih besar, yaitu sekitar 15×15 meter. Dalam Kontes Robot Indonesia (KRI) 2008, masing-masing robot harus meraih target (bola/kubus) yang diletakkan di tempat yang tinggi, jadi sebuah robot harus bisa naik di atas robot yang lain untuk meraih target tersebut (seperti panjat pinang).

Read More..

Rabu, 15 September 2010

Spektrofotometri

Spektrofotometri merupakan suatu metoda analisa yang didasarkan pada pengukuran serapan sinar monokromatis oleh suatu lajur larutan berwarna pada panjang gelombamg spesifik dengan menggunakan monokromator prisma atau kisi difraksi dengan detektor fototube.

Spektrofotometer adalah alat untuk mengukur transmitan atau absorban suatu sampel sebagai fungsi panjang gelombang. Sedangkan pengukuran menggunakan spektrofotometer ini, metoda yang digunakan sering disebut dengan spektrofotometri.

Spektrofotometri dapat dianggap sebagai perluasan suatu pemeriksaan visual dengan studi yang lebih mendalam dari absorbsi energi. Absorbsi radiasi oleh suatu sampel diukur pada berbagai panjang gelombangdan dialirkan oleh suatu perkam untuk menghasilkan spektrum tertentu yang khas untuk komponen yang berbeda.

Absorbsi sinar oleh larutan mengikuti hukum Lambert-Beer, yaitu :



Hukum_Lambert_Beer

A = log ( Io / It ) = a b c

Keterangan : Io = Intensitas sinar datang

It = Intensitas sinar yang diteruskan

a = Absorptivitas

b = Panjang sel/kuvet

c = konsentrasi (g/l)

A = Absorban

Spektrofotometri merupakan bagian dari fotometri dan dapat dibedakan dari filter fotometri sebagai berikut :

1. Daerah jangkauan spektrum

Filter fotometr hanya dapat digunakan untuk mengukur serapan sinar tampak (400-750 nm). Sedangkan spektrofotometer dapat mengukur serapan di daerah tampak, UV (200-380 nm) maupun IR (> 750 nm).

2. Sumber sinar

Sesuai dengan daerah jangkauan spektrumnya maka spektrofotometer menggunakan sumber sinar yang berbeda pada masing-masing daerah (sinar tampak, UV, IR). Sedangkan sumber sinar filter fotometer hanya untuk daerah tampak.

3. Monokromator

Filter fotometere menggunakan filter sebagai monokrmator. Tetapi pada spektro digunakan kisi atau prisma yang daya resolusinya lebih baik.

4. Detektor

- Filter fotometer menggunakan detektor fotosel

- Spektrofotometer menggunakan tabung penggandaan foton atau fototube.

Komponen utama dari spektrofotometer yaitu :

1. 1. Sumber cahaya

Untuk radisi kontinue :

- Untuk daerah UV dan daerah tampak :

- Lampu wolfram (lampu pijar) menghasilkan spektrum kontiniu pada gelombang 320-2500 nm.

- Lampu hidrogen atau deutrium (160-375 nm)

- Lampu gas xenon (250-600 nm)

Untuk daerah IR

Ada tiga macam sumber sinar yang dapat digunakan :

- Lampu Nerst,dibuat dari campuran zirkonium oxida (38%) Itrium oxida (38%) dan erbiumoxida (3%)

- Lampu globar dibuat dari silisium Carbida (SiC).

- Lampu Nkrom terdiri dari pita nikel krom dengan panjang gelombang 0,4 – 20 nm

- Spektrum radiasi garis UV atau tampak :

- Lampu uap (lampu Natrium, Lampu Raksa)

- Lampu katoda cekung/lampu katoda berongga

- Lampu pembawa muatan dan elektroda (elektrodeless dhischarge lamp)

- Laser

1. 2. Pengatur Intensitas

Berfungsi untuk mengatur intensitas sinar yang dihasilkan oleh sumber cahaya agar sinar yang masuk tetap konstan.

1. 3. Monokromator

Berfungsi untuk merubah sinar polikromatis menjadi sinar monokromatis sesuai yang dibutuhkan oleh pengukuran

Macam-macam monokromator :

- Prisma

- kaca untuk daerah sinar tampak

- kuarsa untuk daerah UV

- Rock salt (kristal garam) untuk daerah IR

- Kisi difraksi

Keuntungan menggunakan kisi :

- Dispersi sinar merata

- Dispersi lebih baik dengan ukuran pendispersi yang sama

- Dapat digunakan dalam seluruh jangkauan spektrum

1. 4. Kuvet

Pada pengukuran di daerah sinar tampak digunakan kuvet kaca dan daerah UV digunakan kuvet kuarsa serta kristal garam untuk daerah IR.

1. 5. Detektor

Fungsinya untuk merubah sinar menjadi energi listrik yang sebanding dengan besaran yang dapat diukur.

Syarat-syarat ideal sebuah detektor :

- Kepekan yang tinggi

- Perbandingan isyarat atau signal dengan bising tinggi

- Respon konstan pada berbagai panjang gelombang.

- Waktu respon cepat dan signal minimum tanpa radiasi.

- Signal listrik yang dihasilkan harus sebanding dengan tenaga radiasi.

Macam-macam detektor :

- Detektor foto (Photo detector)

- Photocell

- Phototube

- Hantaran foto

- Dioda foto

- Detektor panas

1. 6. Penguat (amplifier)

Berfungsi untuk memperbesar arus yang dihasilkan oleh detektor agar dapat dibaca oleh indikator.

1. 7. Indikator

Dapat berupa :

- Recorder

- Komputer

Read More..

Selasa, 14 September 2010

Virus Beriming-iming Gratis Film Porno Menyebar Cepat

Suatu virus email dengan iming-iming link ke film seks gratis telah mengakibatkan masalah besar pada berbagai perusahaan di seluruh dunia akhir pekan ini.

Seperti diberitakan Daily Mail, virus trojan dengan judul "Here you have", memenuhi kotak masuk dengan berbagai email setelah menginfeksi address book pengguna.

Terdapat beberapa kejadian ketika virus tersebut merusak sistem email perusahaan-perusahaan karena banyaknya pesan.Trojan adalah program jahat yang bersembunyi di dalam file komputer.

Virus ini datang sebagai email dengan baris subjek 'Here you have" dan mengundang pengguna untuk mengklik link ke file PDF. Salah satu varian yang paling banyak adalah ajakan link untuk gratis 'unduh seks'.

Jika pengguna melakukan tawaran itu, artinya virus diunduh ke komputer dan menyebar ke semua kontak di account email. Virus jenis worm ini juga mencoba untuk mematikan semua perangkat lunak anti-virus yang terinstal.

Kalimat "Here you have virus" jadi salah satu frase yang paling dicari di Google.

Salah satu versi email bertuliskan "'Hello: This is The Document I told you about, you can find it here' and includes a link to what looks like a PDF."

Lainnya mencakup subjek 'Just For you' dan kalimat 'This is The Free Dowload Sex Movies,you can find it Here.''

Jika Anda menerima pesan tersebut, McAfee menganjurkan untuk menghapusnya tanpa mengklik link. Anda juga bisa memberitahu bagian IT kantor.

Ram Herkanaidu, peneliti keamanan di Kaspersky Lab, mengemukakan bahwa pengguna hanya terinfeksi jika mereka mengklik link tersebut, melakukan save dan menjalankan file tersebut.

from : http://www.antaranews.com

Read More..

Darah Garuda Dirilis Saat Libur Lebaran


Menyusul kesuksesan film ‘Merah Putih’ yang berhasil mencetak box office 2009 lalu, kini PT Media Desa Indonesia bekerjasama dengan Margate House Films akan memproduksi film sekuelnya, ‘Darah Garuda’.

Produser Eksekutif sekuel Merah Putih, Hashim Djojohadikusumo mengungkapkan, setahun terakhir ini film Merah Putih banyak meraih sukses di Box Office, juga mendapatkan sejumlah penghargaan.

“Penghargaan di dalam negeri sampai berbagai festival dan pasar film di Los Angeles, Cannes, Pusan, Berlin, Hong Kong, Amsterdam, Sydney, dan Moscow. Kami sangat senang dan terhormat akan reaksi penonton yang luar biasa besar dan antusias terhadap kisah penting tentang pengorbanan para pahlawan demi persatuan, toleransi beragama, dan kemerdekaan,” terang Hashim dalam rilisnya kepada okezone di Jakarta, Jumat (20/8/2010).

Berdasarkan hal itu, PT MDI berencana merilis sekuel film Merah Putih, yaitu Darah Garuda yang rencananya akan dirilis di bioskop mulai 8 September mendatang. “Untuk merayakan liburan Idul Fitri. Waktu di mana seluruh keluarga di seantero Indonesia berkumpul untuk merayakan hari yang bahagia,” katanya.

Film ini menceritakan sebuah kelompok heroik para kadet yang menjadi tentara gerilya pada tahun 1947 yang dipotret dengan brilian oleh aktor-aktor berbakat papan atas Indonesia yang diperankan Donny Alamsyah, Rifnu Wikana, Lukman Sardi, dan Darius Sinathrya.

Terpecah oleh rahasia-rahasia mereka di masa lalu dan konflik yang tajam dalam hal kepribadian, kelas sosial dan agama, keempat lelaki muda bersatu untuk melancarkan sebuah serangan nekat terhadap kamp tawanan milik Belanda demi menyelamatkan para perempan yang mereka cintai, yang diperankan Rahayu saraswati, Astri Nurdin, dan Atiqah Hasiholan.

Para kadet ini terhubung dengan kantor pusat Jendral Sudirman, mereka diberi sebuah tugas sangat rahasia di belakang garis musuh di Jawa Barat: sebuah serangan gaya komando pada lapangan udara vital yang dapat membalikkan perlawanan para pemberontak melawan kezaliman yang telah dilakukan Jendral Van Mook, agustus 1947.

Film ini menjadi menarik karena film dalam format 35-milimeter berdurasi 100 menit ini, menampilkan adegan-adegan action memukau yang melibatkan ahli perfilman internasional terbaik dalam bidang efek khusus dan tata teknis lain yang berpengalaman di perfilman hollywood.

Seperti koordinator efek khusus Adam owarth (Saving Private Ryan, Blackhawk Down) dan ahli persenjataan John Bowring (The Matrix, The Thin Red Line, Australia, Wolverine), adalah para veteran di film Merah Putih. Dengan tim penyutradaraan baru Yadi Sugandi dan Conor Allyn, darah garuda dan film ketiga yang nanti akan muncul dari trilogi ini, Hati Merdeka, membawa ahli-ahli lain seperti nominator piala oscar untuk tata rias dan prostetik Conor o’Sullivan (The Dark Knight, Saving Private Ryan, Braveheart), koordinator laga Scott Mclean (The Matrix, The Pacific-sekuel terbaru dari steven spielberg/tom hanks Band Of Brothers), asisten sutradara Andy Howard (From Hell, Wanted, Hellboy) dan teknisi ahli efek khusus Graham Riddell (Robin Hood, Batman Begins, Star Wars I, Band Of Brothers, Kingdom Of Heaven).

Read More..

Sabtu, 11 September 2010

Apakah yang dimaksud dengan larutan penyangga?

Definisi

Larutan penyangga adalah satu zat yang menahan perubahan pH ketika sejumlah kecil asam atau basa ditambahkan kedalamnya.

Larutan penyangga yang bersifat asam

Larutan penyangga yang bersifat asam adalah sesuatu yang memiliki pH kurang dari 7. Larutan penyangga yang bersifat asam biasanya terbuat dari asam lemah dan garammya – acapkali garam natrium.

Contoh yang biasa merupakan campuran asam etanoat dan natrium etanoat dalam larutan. Pada kasus ini, jika larutan mengandung konsentrasi molar yang sebanding antara asam dan garam, maka campuran tersebut akan memiliki pH 4.76. Ini bukan suatu masalah dalam hal konsentrasinya, sepanjang keduanya memiliki konsentrasi yang sama.

Anda dapat mengubah pH larutan penyangga dengan mengubah rasio asam terhadap garam, atau dengan memilih asam yang berbeda dan salah satu garamnya.

Larutan penyangga yang bersifat basa

larutan penyangga yang bersifat basa memiliki pH diatas 7. Larutan penyangga yang bersifat basa biasanya terbuat dari basa lemah dan garamnya.

Seringkali yang digunakan seimbagai contoh adalah campuran larutan amonia dan larutan amonium klorida. Jika keduanya dalam keadaan perbandingan molar yang sebanding, larutan akan memiliki pH 9.25. Sekali lagi, hal itu bukanlah suatu masalah selama konsentrasi yang anda pilih keduanya sama.

Bagaimana cara larutan penyangga bekerja?

Larutan penyangga mengandung sesuatu yang akan menghilangkan ion hidrogen atau ion hidroksida yang mana anda mungkin menambahkannya – sebaliknya akan merubah pH. Larutan penyangga yang bersifat asam dan basa mencapai kondisi ini melalui cara yang berbeda.

Larutan penyangga yang bersifat asam

Kita akan mengambil campuran asam etanoat dan natrium etanoat sebagai contoh yang khas.

Asam etanoat adalah asam lemah, dan posisi kesetimbangan akan bergeser ke arah kiri:

Penambahan natrium etanoat pada kondisi ini menambah kelebihan ion etanoat dalam jumlah yang banyak. Berdasarkan Prinsip Le Chatelier, ujung posisi kesetimbangan selanjutnya bergeser ke arah kiri.

Karena itu larutan akan mengandung sesuatu hal yang penting:

  • Banyak asam etanoat yang tidak terionisasi;

  • Banyak ion etanoat dari natrium etanoat:

  • Cukup ion hidrogen untuk membuat larutan menjadi bersifat asam.

Sesuatu hal yang lain (seperti air dan ion natrium) yang ada tidak penting pada penjelasan.

Penambahan asam pada larutan penyangga yang bersifat asam

Larutan penyangga harus menghilangkan sebagian besar ion hidrogen yang baru sebaliknya pH akan turun dengan mencolok sekali.

Ion hidrogen bergabung dengan ion etanoat untuk menghasilkan asam etanoat. Meskipun reaksi berlangsung reversibel, karena asam etanoat adalah asam lemah, sebagaian besar ion hidrogen yang baru dihilangkan melalui cara ini.

Karena sebagian besar ion hidrogen yang baru dihilangkan, pH tidak akan berubah terlalu banyak – tetapi karena kesetimbangan ikut terlibat, pH akan sedikit menurun.

Penambahan basa pada larutan penyangga yang bersifat asam

Larutan basa mengandung ion hidroksida dan larutan penyangga menghilangkan ion hidroksida tersebut.

Kali ini situasinya sedikit lebih rumit karena terdapat dua proses yang dapat menghilangkan ion hidroksida.

Penghilangan ion hidroksida melalui reaksi dengan asam etanoat

Sebagian besar zat yang bersifat asam yang mana ion hidroksida bertumbukan dengan molekul asam etanoat. Keduanya akan bereaksi untuk membentuk ion etanoat dan air.

Karena sebagian besar ion hidroksida dihilangkan, pH tidak berubah terlalu besar.

Penghilangan ion hidroksida melalui reaksi dengan ion hidrogen

Harus diingat bahwa beberapa ion hidrogen yang ada berasal dari ionisasi asam aetanoat.

Ion hidroksida dapat bergabung dengannya untuk membentuk air. Selama hal itu terjadi, ujung kesetimbangan menggantikannya. Hal ini tetap terjadi sampai sebagian besar ion hidrogen dihilangkan.

Sekali lagi, karena anda memiliki kesetimbangan yang terlibat, tidak semua ion hidroksida dihilangkan – karena terlalu banyak. Air yang terbentuk terionisasi kembali menjadi tingat yang sangat kecil untuk memberikan beberapa ion hidrogen dan ion hidroksida.

Larutan penyangga yang bersifat basa

Kita akan menganbil campuran larutan amonia dan amonium klorida sebagai contoh yang khas.

Amonia adalah basa lemah, dan posisi kesetimbangan akan bergerak ke arah kiri:

Penambahan amonium klorida pada kondisi ini menambahkan kelebihan ion amonium dalam jumlah yang banyak. Berdasarkan Prinsip Le Chatelier, hal itu akan menyebabkan ujung posisi kesetimbangan akan bergeser ke arah kiri.

Karena itu larutan akan mengandung beberapa hal yang penting:

  • Banyak amonia yang tidak bereaksi;

  • Banyak ion amonia dari amonium klorida;

  • Cukup ion hidrogen untuk menghasilkan larutan yang bersifat basa.

Hal lain (seperti air dan ion klorida) yang ada tidak penting pada penjelasan.

Penambahan asam pada larutan penyangga yang bersifat basa

Terdapat dua proses yang dapat menghilangkan ion hidrogen yang anda tambahkan.

Penghilangan ion hidrogen melalui reaksi dengan amonia

Sebagian besar zat dasar yang mana ion hidrogen bertumbukan dengannya adalah molekul amonia. Keduanya akan bereaksi untuk membentuk ion amonium.

Sebagian besar, tetapi tidak seluruhnya, ion hidrogen akan dihilangkan. Ion amonium bersifat asam yang sedikit lemah, dan karena itu ion hidrohen akan dilepaskan kembali.

Penghilangan ion hidrogen melalui reaksi dengan ion hidroksida

Harus diingat bahwa beberepa ion hidroksida yang ada berasal dari reaksi antara amonia dan air.

Ion hidrogen dapat bergabung dengan ion hidroksida tersebut untuk menghasilkan air. Selama hal itu terjadi, ujung kesetimbangan menggantikan ion hidroksida. Hal ini terus terjadi sampai sebagian besar ion hidrogen dihilangkan.

Sekali lagi, karena anda memiliki kesetimbangan yang terlibat, tidak semua ion hidrogen dihilangkan – hanya sebagian besar.

Penambahan basa pada larutan penyangga yang bersifat basa

Ion hidroksida dari alkali dihilangkan melali reaksi yang sederhana dengan ion amonium.

Karena amonia yang terbentuk merupakan basa lemah, amonia akan bereaksi dengan air – dan karena itu reaksi sedikit reversibel. Hal ini berarti bahwa, sekali lagi, sebagian besar (tetapi tidak semuanya) ion hidrogen dihilangkan dari larutan.

sumber: http://www.chem-is-try.org

Read More..

Minggu, 05 September 2010

Kesetimbangan

Kita akan mempelajari reaksi timbal balik dan apa yang terjadi di sebuah sistem tertutup. Ini akan membawa kita kepada konsep kesetimbangan dinamis dan akan mengajak kita berpikir mengenai arti istilah ‘pergeseran kesetimbangan’.

Reaksi timbal balik
Reaksi timbal balik adalah reaksi yang, tergantung keadaan, dapat mengalir ke dua arah.

Apabila Anda meniupkan uap panas ke sebuah besi yang panas, uap panas ini akan bereaksi dengan besi dan membentuk sebuah besi oksida magnetik berwarna hitam yang disebut ferri ferro oksida atau magnetit, Fe3O4.



Hidrogen yang terbentuk oleh reaksi ini tersapu oleh aliran uap.


Dalam keadaan lain, hasil-hasil reaksi ini akan saling bereaksi. Hidrogen yang melewati ferri ferro oksida panas akan mengubahnya menjadi besi, dan uap panas juga akan terbentuk.



Uap panas yang kali ini terbentuk tersapu oleh aliran hidrogen.



Reaksi ini dapat berbalik, tapi dalam keadaan biasa, reaksi ini menjadi reaksi satu arah. Produk dari reaksi satu arah ini berada dalam keadaan terpisah dan tidak dapat bereaksi satu sama lain sehingga reaksi sebaliknya tidak dapat terjadi.

Reaksi timbal balik yang terjadi pada sistem tertutup

Sistem tertutup adalah situasi di mana tidak ada zat yang ditambahkan atau diambil dari sistem tersebut. Tetapi energi dapat ditransfer ke luar maupun ke dalam.

Pada contoh yang baru kita bahas tadi, Anda harus membayangkan sebuah besi yang dipanaskan oleh uap dalam sebuah kotak tertutup. Panas ditambahkan ke dalam sistem ini, namun tidak satu zat pun yang terlibat dalam reaksi ini dapat keluar dari kotak. Keadaan demikian disebut sistem tertutup.

Pada saat ferri ferro oksida dan hidrogen mulai terbentuk, kedua zat ini akan saling bereaksi kembali untuk membentuk besi dan uap panas yang ada pada mulanya. Coba pikirkan, kira-kira apa yang Anda temukan ketika menganalisis campuran ini setelah beberapa saat?

Anda akan sadar, bahwa Anda telah membentuk situasi yang disebut kesetimbangan dinamis.

Kesetimbangan Dinamis

Mempelajari kesetimbangan dinamis secara visual

Bayangkan sebuah zat yang dapat berada dalam dua bentuk/warna, biru dan merah, masing-masing dapat bereaksi untuk menjadi yang lain (biru menjadi merah, merah menjadi biru). Kita akan membiarkan mereka bereaksi dalam sistem tertutup, di mana tidak ada satu pun yang dapat keluar dari sistem ini.

Biru dapat berubah menjadi merah jauh lebih cepat daripada merah menjadi biru. Dan berikut adalah peluang (probabilitas) dari perubahan yang dapat terjadi. 3/6 biru berubah menjadi merah, dan 1/6 merah berubah menjadi biru.



Anda dapat mencobanya dengan kertas berwarna yang digunting kecil-kecil (dua warna) dan sebuah dadu.

Berikut adalah hasil dari ‘reaksi’ (simulasi) yang saya lakukan. Saya mulai dengan 16 potongan kertas biru. Saya melihat potongan-potongan itu satu per satu secara bergantian dan memutuskan apakah kertas yang saya lihat dapat berubah warna dengan melempar dadu.

Kertas biru dapat saya ganti dengan kertas merah apabila angka 4, 5 dan 6 keluar.

Kertas merah dapat saya ganti dengan kertas biru apabila angka 6 keluar pada saat saya melihat sebuah kertas merah.

Ketika saya selesai melihat ke-16 kertas itu, saya mulai lagi dari awal. Tapi tentu saja kali ini saya mulai dengan pola yang berbeda. Diagram di bawah ini menunjukkan hasil yang saya dapat setelah saya mengulang proses ini sebanyak 11 kali (dan saya tambahkan 16 potongan kertas biru yang saya punya pada awal simulasi).



Anda dapat melihat bahwa ‘reaksi’ berlangsung terus menerus. Pola yang terbentuk dari kertas merah dan biru terus berubah. Tapi, yang mengejutkan ialah, jumlah keseluruhan dari masing-masing kertas warna biru dan merah tetap sama, di mana dalam berbagai situasi, kita dapatkan 12 kertas warna merah dan 4 kertas warna biru.

Catatan : Sejujurnya, hasil akhir ini diperoleh secara kebetulan karena simulasi ini dilakukan dengan jumlah kertas yang sangat sedikit. Apabila Anda melakukan simulasi ini dengan jumlah kertas yang lebih banyak (misalnya beberapa ribu kertas), Anda akan mendapati proporsi yang terbentuk akan mendekati 75% merah dan 25% biru (suatu simulasi yang sangat membosankan, tentunya).

Apabila Anda mempunyai sejumlah besar partikel yang turut ambil bagian dalam sebuah reaksi kimia, proporsinya akan mendekati 75%:25%.

Penjelasan tentang "kesetimbangan dinamis"

Reaksi (simulasi) di atas telah mencapai kesetimbangan dalam arti tidak akan perubahan lebih lanjut dalam jumlah kertas biru dan merah. Namun demikian, reaksi ini masih terus berlangsung. Untuk setiap kertas merah yang berubah warna jadi biru, ada kertas biru yang berubah jadi merah di suatu tempat dalam campuran tersebut.

Inilah yang kita kenal sebagai "kesetimbangan dinamis". Kata "dinamis" menunjukkan bahwa reaksi itu masih terus berlangsung.

Anda dapat menggunakan tanda panah khusus untuk memperlihatkan bahwa ada kesetimbangan dinamis pada persamaan reaksi. Untuk kasus yang kita bahas di atas, Anda dapat menulis seperti demikian :



Yang perlu kita perhatikan di sini ialah, ini tidak hanya berarti bahwa reaksi tersebut merupakan reaksi timbal balik, tapi ini menunjukkan bahwa reaksi ini adalah reaksi timbal balik yang berada dalam kesetimbangan dinamis.

Pergeseran Kesetimbangan

Pergeseran dari kiri ke kanan dalam persamaan (dalam hal ini, dari warna biru ke warna merah) disebut ‘pergeseran kesetimbangan ke kanan’ dan dari kanan ke kiri disebut ‘pergeseran kesetimbangan ke kiri’

Posisi kesetimbangan
Dalam contoh yang kita pakai, campuran kesetimbangan terdiri dari lebih banyak warna merah daripada warna biru. Posisi kesetimbangan dapat menggambarkan situasi ini. Kita dapat mengatakan bahwa:

  • Posisi kesetimbangan condong ke merah
  • Posisi kesetimbangan condong ke sebelah kanan

Apabila kondisi praktikum berubah (dengan mengubah peluang terjadinya pergeseran kesetimbangan ke kanan maupun ke kiri), komposisi dari campuran kesetimbangan itu sendiri pun akan berubah.

Contohnya, apabila dengan mengubah kondisi praktikum kita dapat memproduksi lebih banyak warna biru di dalam campuran kesetimbangan, kita bisa mengatakan bahwa "Posisi kesetimbangan bergeser ke kiri" atau "Posisi kesetimbangan bergeser ke warna biru".

Catatan: Apabila Anda tertarik, cobalah perbesar peluang warna merah berubah menjadi biru dari 1/6 menjadi 2/6 untuk melihat efeknya pada posisi kesetimbangan. Dengan kata lain, biarkanlah warnanya berubah apabila angka 5 atau angka 6 keluar pada saat dadu dilempar.

Mencapai kesetimbangan dari sisi yang lain

Apa yang terjadi bila Anda memulai reaksi dengan warna merah dan bukan warna biru namun tetap memberi kesempatan untuk berubah warna seperti di contoh pertama ? Ini adalah hasil dari percobaan saya.



Sekali lagi Anda dapat melihat konfigurasi yang terjadi sama persis dengan percobaan pertama di mana kita mulai dengan warna biru. Anda akan mendapat konfigurasi kesetimbangan yang sama tanpa dipengaruhi dari sisi mana Anda memulai reaksi.

Ingat: Anda tidak akan mendapat hasil yang sama bila menggunakan jumlah potongan kertas (yang melambangkan jumlah partikel) yang terlalu sedikit. Fluktuasi perubahan akan sangat mudah terlihat. Sekali lagi, apabila Anda menggunakan potongan kertas dalam jumlah besar, proporsi kesetimbangan akan menjadi 75% merah dan 25% biru. Dengan jumlah potongan kertas yang saya gunakan, kita mendapat hasil reaksi yang sangat dekat dengan proporsi rata-rata.

Kesetimbangan Dinamis, lagi, dengan lebih formal

Kecepatan Reaksi

Ini adalah persamaan untuk sebuah reaksi biasa yang telah mencapai kesetimbangan dinamis.



Bagaimana reaksi ini bisa mencapai keadaan tersebut? Anggap saja kita mulai dengan A dan B.

Pada awal reaksi, konsentrasi A dan B pada mula-mula ada pada titik maksimum, dan itu berarti kecepatan reaksi juga ada pada titik maksimum.



Seiring berjalannnya waktu, A dan B bereaksi dan konsentrasinya berkurang. Ini berarti, jumlah partikelnya berkurang dan kesempatan bagi partikel A dan B untuk saling bertumbukan dan bereaksi berkurang, dan ini menyebabkan kecepatan reaksi juga berangsur-angsur berkurang.

Pada awalnya tidak ada C dan D sama sekali sehingga tidak mungkin ada reaksi di antara keduanya. Seiring berjalannya waktu, konsentrasi C dan D bertambah banyak dan keduanya menjadi mudah bertumbukan dan bereaksi.

Dengan berlangsungnya waktu, kecepatan reaksi antara C dan D pun bertambah.



Akhirnya, kecepatan reaksi antara keduanya mencapai titik yang sama di mana kecepatan reaksi A dan B berubah menjadi C dan D sama dengan kecepatan reaksi C dan D berubah menjadi A dan B kembali.



Pada saat ini, tidak akan ada lagi perubahan pada jumlah A, B, C, D di dalam campuran. Begitu ada partikel yang berubah, partikel tersebut terbentuk kembali berkat adanya reaksi timbal balik. Pada saat inilah kita mencapai kesetimbangan kimia.

Rangkuman

Kesetimbangan kimia terjadi pada saat Anda memiliki reaksi timbal balik di sebuah sistem tertutup. Tidak ada yang dapat ditambahkan atau diambil dari sistem itu selain energi. Pada kesetimbangan, jumlah dari segala sesuatu yang ada di dalam campuran tetap sama walaupun reaksi terus berjalan. Ini dimungkinkan karena kecepatan reaksi ke kanan dan ke kiri sama.

Apabila Anda mengubah keadaan sedemikian rupa sehingga mengubah kecepatan relatif reaksi ke kanan dan ke kiri, Anda akan mengubah posisi kesetimbangan, karena Anda telah mengubah faktor dari sistem itu sendiri. Efek dari perubahan berbagai faktor dalam sistem terhadap posisi kesetimbangan akan dibahas pada bab yang lain.

Read More..